Badan POM terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan masyarakat dari Obat dan Makanan yang berisiko terhadap kesehatan melalui komunikasi risiko. Sebagai perwujudan komitmen tersebut, maka pada hari ini, di usianya yang ke-13, Badan POM meluncurkan 5 program unggulan, yaitu e-Registrasi Ulang Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, INRASFF, e-MESO, contact center, dan Food Safety Masuk Desa.
Sebagai salah satu bentuk continuous improvement dari aplikasi sistem e-registrasi obat tradisional dan suplemen kesehatan tahap 1 yang telah ada, pada hari ini, 5 Februari 2014, diluncurkan aplikasi sistem e-registrasi untuk pendaftaran ulangnya. Pembangunan sistem tersebut merupakan salah satu program percepatan yang dilakukan oleh Badan POM untuk membangun kepercayaan masyarakat (public trust building) serta untuk mewujudkan clean government dan good governance.
Indonesian Rapid Alert System for Food and Feed (INRASFF) adalah suatu sistem pertukaran informasi antar otoritas kompeten keamanan pangan dalam penanganan kasus khusus keamanan pangan. Sistem ini dikembangkan untuk melindungi masyarakat dari pangan dan pakan yang berisiko terhadap kesehatan, dan tindakan segera (immediate action) terhadap pangan atau pakan yang berisiko yang ditemukan di pasar domestik, dan/pangan atau pakan impor yang ditemukan bermasalah di entry point. Dengan diluncurkannya program INRASFF, diharapkan kepercayaan masyarakat regional dan internasional terhadap produk pangan Indonesia akan meningkat, sehingga meningkat pula daya saing produk dalam negeri.
Selain itu, Badan POM juga mengenalkan program e-MESO, yaitu sistem pelaporan efek samping obat secara online, yang dapat diakses melalui subsite khusus e-MESO di website Badan POM. e-MESO ini dikembangkan dalam rangka pengawalan keamanan obat yang diedarkan. Namun demikian, Badan POM tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan dari dokter yang memberikan resep atau tenaga kesehatan lainnya dan industri farmasi sebagai penyedia produk, serta masyarakat sebagai pengguna obat. Dengan adanya e-MESO ini, akan memberikan kemudahan bagi tenaga kesehatan dan juga industri farmasi untuk melaporkan kejadian efek samping obat secara langsung dan cepat ke Badan POM, serta akses informasi keamanan obat dalam mendukung komunikasi risiko akan berjalan efektif, efisien dan transparan.
Program Badan POM lain yang sangat dinantikan oleh masyarakat adalah Contact Center, dimana masyarakat akan lebih mudah mendapatkan informasi maupun melakukan pengaduan ke Badan POM. Peluncuran Contact center HALO BPOM 500533 merupakan salah satu upaya outward looking Badan POM dalam memenuhi harapan masyarakat termasuk pelaku usaha terhadap layanan informasi publik yang mudah diakses, responsif, dan profesional. Pelayanan informasi publik dan pengaduan tentang Obat dan Makanan dilaksanakan melalui Contact Center pada hari kerja, Senin-Jumat pukul 08:00-18:00 WIB. Di luar jam tersebut, layanan informasi dan pengaduan melalui HALO BPOM 500533 dialihkan secara otomatis ke layanan telepon seluler 24 jam.
Dalam upaya pemenuhan ketersediaan pangan yang aman, bermutu, dan bergizi, serta bersinergi dengan pengembangan ekonomi desa sebagai upaya penurunan angka kemiskinan, Badan POM melaksanakan program ‘Food Safety Masuk Desa’ (FSMD). Sasaran kegiatan ini adalah Komunitas Desa (Pemda, PKK, anak-anak, Asosiasi guru, Karang Taruna, Pramuka, Tenaga Penyuluh Keamanan Pangan dan Distric Food Inspector, Usaha Pangan Desa (IRTP dan PKL), Ritel dan KUD. Beberapa orang di antara komunitas desa tersebut sekaligus menjadi Kader Keamanan Pangan Desa. FSMD merupakan salah satu bentuk pengawasan keamanan dan mutu pangan di desa yang diwujudkan dalam bentuk Public Private Partnership yang menghasilkan award nasional ”Desa Paman” (Desa Pangan Aman).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar